Oleh: Saparina
Mahasiswa program studi konservasi sumber daya alam, Fakultas Teknik Dan Sains Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Pulau Kelapan, yang terletak di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, adalah salah satu permata tersembunyi di Indonesia. Meskipun tidak sepopuler seperti pulau lainnya, pulau ini menawarkan keindahan alam yang luar biasa dan keberagaman hayati yang menakjubkan.Salah satu daya tarik utama Pulau Kelapan adalah keindahan bawah lautnya. Snorkeling dan diving di sekitar terumbu karang Pulau Kelapan memberikan pengalaman yang tak terlupakan, di mana pengunjung dapat menyaksikan keindahan kehidupan laut secara langsung. Terumbu karang yang sehat dan beragam menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan, termasuk ikan nemo yang terkenal. Ikan nemo, atau clownfish, dikenal dengan warna cerah dan pola uniknya, serta hubungan simbiosisnya dengan anemon laut. Ikan nemo yang sering kita kenal dengan warna orange, putih dengan pola uniknya, ternyata di pulau kelapan ada warna yang berbeda yaitu warna hitan kuning dengan pola uniknya. Keberadaan ikan nemo di Pulau Kelapan mencerminkan kesehatan ekosistem laut, di mana setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan.
Namun keindahan pulau kelapan tidak hanya hanya terletak di bawah laut saja tetapi Pulau ini juga dikelilingi oleh pantai-pantai berpasir putih yang menawan dan hutan mangrove yang rimbun. Hutan mangrove berfungsi sebagai penyangga alami yang melindungi pulau dari abrasi dan memberikan habitat bagi berbagai spesies burung. Hutan mangrove tidak hanya di hidupi spesies burung saja tetapi juga kelalawar yang sering hinggap di hutan mangrove tersebut. Keberadaan hutan mangrove ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati.
Selain memiliki keindahan alamnya, pulau kelapan juga memiliki nama pulau yang unik. Mengapa dinamakan pulau kelapan, karena pulau ini berada di urutan “kelapan” atau kedelapan, dari sejumlah pulau-pulau di sekitar Lepar dan Pongok, dan juga gabungan dari nama pohon kelapa, karena pulau kelapan banyak di tumbuhi pohon kelapa, oleh karena itu pulau ini di namakan pulau kelapan. Pulau Kelapan juga memiliki kekayaan budaya yang menarik. Masyarakat setempat Mayoritas Suku Bugis yang kesehariannya melaut dan berkebun, mereka memiliki tradisi dan kearifan lokal yang kaya. dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Seperti laut yang menjadi sumber kehidupan dan cengkeh sebagai warisan budaya. Oleh karena itu Kearifan lokal ini perlu dilestarikan dan dihargai, karena hal ini merupakan bagian dari identitas budaya pulau.
Melalui ekowisata, pengunjung dapat belajar tentang kehidupan masyarakat setempat dan berkontribusi pada pelestarian budaya mereka. meskipun Pulau Kelapan memiliki banyak potensi, pulau ini juga menghadapi berbagai tantangan. berdasarkan peraturan daerah RZWP3K [Renzana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil] Kepulauan Bangka Belitung tahun 2020, Pulau Kelapan masuk zona budidaya laut seluas 2.788,6 hektar, sehingga kemungkinan akan dijadikan tambak udang atau ikan. Masyarakat setempat menolak pulaunyauntuk dijadikan sebagai tempat tambak ikan dan udang, karena mereka hidup bahagia dengan hasil laut dan kebunnya. Karena tambak udang skala besar bukannya menguntungkan masyarakat, malah merusak lingkungan. Masyarakat hanya dijadikan buruh perusahaan.
Selain dijadikan tempat untuk tambak ikan dan udang, penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan juga menjadi masalah serius. Permintaan akan ikan hias, termasuk ikan nemo, telah meningkat pesat, dan praktik penangkapan yang tidak bertanggung jawab dapat mengancam populasi ikan dan merusak habitat mereka. Apalgi kurangnya penjagaan di sekitaran pulau tersebut banyak orang luar yang keluar masuk mengambil sumber daya alam yang ada di pulau kelapan tanpa penjagaan. Oleh karena itu, penting untuk mendukung praktik penangkapan yang berkelanjutan, dan adanya penjagaan yang ketat di sekitaran pulau kelapan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keberagaman hayati.
Upaya pelestarian juga harus melibatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat. Dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya keberagaman hayati dan ekosistem, kita dapat mendorong lebih banyak orang untuk peduli dan beraksi. Ekowisata juga dapat menjadi solusi untuk menjaga keberagaman hayati di Pulau Kelapan. Dengan mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, masyarakat setempat dapat memperoleh penghasilan dari pariwisata tanpa merusak lingkungan. Aktivitas seperti snorkeling, diving, dan trekking di hutan mangrove dapat memberikan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, kita dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Keberadaan Pulau Kelapan sebagai surga tersembunyi dengan keberagaman hayati yang menakjubkan juga memberikan peluang bagi penelitian dan konservasi. Para ilmuwan dan peneliti dapat melakukan studi tentang ekosistem laut dan darat di pulau ini, serta mengidentifikasi spesies-spesies yang terancam punah. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan dan strategi pelestarian yang efektif.
Pulau Kelapan adalah surga tersembunyi yang menawarkan keindahan alam dan keberagaman hayati yang menakjubkan. Dengan terumbu karang yang sehat, hutan mangrove dan cengkeh yang rimbun, serta budaya lokal yang kaya, pulau ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti tempat untuk dijadikan tambak ikan,udang dan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan harus diatasi melalui upaya pelestarian yang kolaboratif. Mari kita bersama-sama menjaga keindahan dan keberagaman hayati Pulau Kelapan.
Maka dengan adanya keberadaan Pulau Kelapan mencerminkan pentingnya menjaga ekosistem laut secara keseluruhan. Setiap spesies, termasuk ikan nemo dan terumbu karang, yang mana memiliki peran yang unik dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kehilangan satu spesies dapat memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi spesies lain, tetapi juga bagi kehidupan manusia. Sebagai individu, kita juga memiliki peran dalam menjaga keberagaman hayati, Dengan mengurangi penggunaan plastik, mendukung produk yang berkelanjutan, dan berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian,seperti penanaman mangrove dll. kita dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Kesadaran akan pentingnya menjaga keberagaman hayati harus ditanamkan sejak dini, agar generasi mendatang dapat mewarisi keindahan alam yang kita nikmati saat ini. (EV)








