PANGKALPINANG, KARIMATAASIA UNMUH BABEL, Kec. Pangkalanbaru, Kab. Bangka Tengah, rabu (02/07/2025)
Oleh :
1. Syifa Andita Bunga Jelita (2301411599)
2. Silvia Awalia Monef (23014115)
3. Rensi surwani (23014115)
4. Seli (2301411596)
Kelas : 4D PGSD
Mata kuliah : Manajemen Kelas
Dosen pengampuh : Vikha Martahayu, M.Pd.
Ilmu pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi dunia pendidikan. Pendidikan menjadi tujuan bagi setiap orang dalam mencapai ilmu pengetahuan, Metode atau strategi mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut dilakukan dengan cara mempraktikkan atau menerapakan ilmu pengetahuan tersebut di jenjang pendidikan maupun lingkungan masyarakat. Ilmu pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendidik dan menjadi bekal hidup bagi tunas-tunas bangsa yang sedang berkembang.
Perguruan tinggi sebagai salah satu tempat pendidikan yang menyediakan dan membentuk calon-calon penerus bangsa, turut andil dalam mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan Nasioanal. Pendidikan guru sekolah dasar atau yang lebih dikenal dengan singkatan PGSD yang bertujuan mempersiapkan calon tenaga pendidik atau pengajar secara terarah, sistematis, dalam suatu jangka waktu tertentu agar di kemudian hari bisa menggunakan semua ilmu yang sudah di dapat untuk menjadi tenaga pengajar pendidikan yang prefesional dan bermutu dalam bersaing di dunia pendidikan. Oleh sebab itu setiap Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar wajib melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di sekolah-sekolah yang telah dipersiapkan. Kegiatan pengenalan lapangan persekolahan mahasiswa Universitas Muhammadiyah atau yang sering dikenal dengan sebutan PLP merupakan salah salu program perkuliahan yang bersifat intrakulikuler atau wajib.
Mahasiswa tidak dinyatakan lulus jika belum mengikuti praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), karena ini bagian dari kurikulum yang sudah di tetapkan oleh pihak Prodi PGSD. Dalam melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ini, Mahasiswa harus berusaha semaksimal mungkin memadukan ilmu-ilmu yang didapatkan selama perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan dengan bertujuan untuk mengembangkan empat kompetensi, diantaranya kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogic, kompetensi social dan kompetensi professional.
Pelaksanaan PLP di sekolah sangat sistematis melibatkan seluruh stakeholder seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Dosen, dan komite sekolah serta Peserta Didik. Misi utama program pelaksanaan PLP bagi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar adalah untuk membentuk kompetensi calon guru yang meliputi empat kompetensi tadi, melalui PLP kompetensi tersebut dapat di capai secara gradual, sedikit demi sedikit karena waktunya lebih panjang. Oleh karena itu pengenalan lingkungan sekolah harus dilakukan sejak dini secara terprogram atau terencana dengan baik.
Salah satu tujuan dari kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) yaitu Memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia profesi guru dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengalami langsung pelakasanaan kegiatan di sekolah. atau pun Melatih kemampuan mahasiswa menjadi pribadi mandiri, mampu memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dalam bekerja. Selain tujuan- tujuan yang bermanfaat untuk mahasiswa kedepannya, ada beberapa manfaat lain untuk mahasiswa,sekolah, maupun fakultas.
Yaitu manfaat untuk mahasiswa : Membangun rasa percaya diri menjadi calon guru dan tenaga kependidikan melalui praktik-praktik disekolah. Dan juga mahasiswa Memperoleh pengalaman melalui pengamatan terhadap proses di dalam kelas.
Manfaat untuk sekolah yang digunakan untuk pengenalan lapangan persekolahan yaitu, Mendapat kepercayaan dan kesempatan untuk ikut serta dalam menyiapkan calon guru yang siap dipakai.dan juga Mendapatkan bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah.
Manfaat untuk fakultas yang telah menyelenggarakan kegiatan pengenalan lapangan persekolahan yaitu, Memperoleh masukan untuk pengembangan kurikulum program studi dalam lingkup fakultas keguruan.
Dalam kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) ini kami dapat langsung merasakan suasana di persekolahan walaupun dulu sudah merasakan suasana dipesekolahan dasar tetapi berbeda dikarenakan perbedaan posisi. Kegiatan ini sangat membantu kami untuk mengembangkan pemahaman,pemahaman tentang sekolah maupun tentang pengajaran dikelas. Dan juga dalam kegiatan PLP ini kami dapat menilai kualitas suatu sekolah tersebut.
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa, terutama di tingkat sekolah dasar (SD). Karakter yang kuat akan menjadi landasan bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan dan meraih kesuksesan di masa depan. Salah satu cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa SD adalah melalui pembiasaan sholat berjamaah.
Sholat berjamaah bukan hanya kegiatan ibadah yang memiliki nilai spiritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan sholat berjamaah, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kekompakan, serta kepedulian terhadap sesama. Pembiasaan ini bukan hanya dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban agama, tetapi juga untuk mengembangkan karakter yang positif, yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi siswa yang lebih baik dan berakhlak mulia.
SD STKIP Muhammadiyah Bangka merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki komitmen kuat dalam pembentukan karakter siswa. Pembiasaan sholat berjamaah menjadi salah satu program unggulan di sekolah ini. Dalam opini ini, akan dibahas lebih lanjut tentang efektivitas pembiasaan sholat berjamaah dalam membentuk karakter siswa SD di SD STKIP Muhammadiyah. Pembiasaan sholat berjamaah di SD STKIP Muhammadiyah Bangka dilaksanakan secara rutin setiap hari, baik sholat Dhuha, dzuhur maupun sholat ashar. Semua siswa, guru, dan staf sekolah dalam kegiatan ini. Sholat berjamaah dipimpin oleh seorang imam yang ditunjuk dari kalangan siswa atau guru.
Pembiasaan sholat berjamaah di SD STKIP Muhammadiyah Bangka memiliki dampak yang positif terhadap pembentukan karakter siswa. Beberapa menunjukkan bahwa siswa yang terbiasa sholat berjamaah memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi, lebih bertanggung jawab, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih taat kepada Allah SWT.
Selain itu, pembiasaan sholat berjamaah juga dapat meningkatkan kemampuan sosial siswa. Melalui sholat berjamaah, siswa belajar untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan teman-temannya. Mereka juga belajar untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Selain itu, pembiasaan sholat berjamaah juga dapat meningkatkan kemampuan sosial siswa. Melalui sholat berjamaah, siswa belajar untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan teman-temannya. Mereka juga belajar untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.
Namun demikian, pembiasaan sholat berjamaah bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter siswa, Faktor-faktor lain seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan peran guru juga memiliki kontribusi yang besar dalam pembentukan karakter siswa.
Oleh karena itu, pembiasaan sholat berjamaah harus didukung oleh upaya-upaya lain yang komprehensif dalam pembentukan karakter siswa. Misalnya, pihak sekolah dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan. Selain itu, peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting dalam memberikan contoh dan dukungan kepada siswa dalam pembentukan karakter. (EV)
















